Search

Goresan Ummi

“Hal paling menyenangkan dalam hidup adalah berbagi ilmu yang bermanfaat untuk orang lain." – Ade UFi

Pertanyaan Buruk

Bismillahirrahmaanirrahiim..

Assalamu’alaikum wr. wb.

Seringkali kita mendengar pertanyaan seperti ini :
“Lebih baik mana, Seorang Ustadz yang berakhlak buruk atau pezinah tapi berakhlak baik?”

Untuk orang awam seperti kita, pertanyaan tersebut membuat kita menjadi ragu. Dan kebanyakan orang akan berkata, “Iya.. ya… mendingan jadi pezinah yang berlaku baik sehingga disenangi orang banyak, daripada jadi ustadz tapi dibenci orang banyak.”
Continue reading “Pertanyaan Buruk”

Advertisements

Tips Membuat Nama Pena

 nama-pena-dan-sebait-doa-sebaris-doa-doa-dalam-nama

 

Ditulis oleh Ade UFi di artikel INSERT komunitas WSC

pada hari Senin, April 6, 2015 pukul 11:46am

 

Sering sekali saya mendengar dari beberapa teman penulis pemula seperti ini, “Aku kasih nama pena apa ya?”

Hmm…. Yuk, kita bahas soal nama pena! Continue reading “Tips Membuat Nama Pena”

Brain, Beauty and Behaviour

beautiful-hijab-special-pictures-collection-beautiful-portraits-women-pictures-hijab-special-eye_large

Hari ini aku berbincang-bincang dengan teman. Temanku berkata, “Ade, lo tau si A ga? gue pikir sekarang itu dia jadi wanita yang gaul dan eksis. Dengan gaya wanita yang high class. Karena dia tuh smart dan cantik. Tapi begitu ngeliat dia sekarang gue nggak nyangka.”

“Nggak nyangka kenapa?” tanyaku heran

“Gue nggak nyangka kalau dia sudah pakai jilbab.” Dahiku langsung mengerenyit mendengar ucapannya.

“Loh memang kenapa dengan jilbab?” tanyaku penasaran.

“Belum waktunya.”

“Belum waktunya? Lalu kapan?”

“Untuk orang seperti dia, seharusnya dia pakai jilbab diusia 45 tahun. Dia bisa eksis dan terlihat smart, sesuai karakter dia. Ga seperti sekarang ini, terlalu sederhana dan islami banget. Karakter dia yang agak tomboy, tapi cantik dan elegan tuh nggak keluar.”

Pembaca pasti penasaran kan yang bicara orangnya seperti apa? xixixi… nggak perlu dibahas ya.  Continue reading “Brain, Beauty and Behaviour”

Dilema Pilkada CAGUB DKI

Bismillahirrahmanirrahiim..

Assalamu’alaikum wr.wb.

Banyak org yg salah kaprah tentang memilih pemimpin kafir sesuai dengan ayat Allah :

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً ۗ وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ ۗ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu).

(Qs : surat 3 – Ali Imran : ayat 28)
Atau

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

(Qs : surat 5 – Al Maidah : ayat 51)

Continue reading “Dilema Pilkada CAGUB DKI”

Tips menstimulasi Anak Agar Suka Menulis

Ditulis oleh Ade UFi di artikel INSERT komunitas WSC

pada hari Senin, May 19, 2014 pukul 9:05am

Assalamu’alaikum wr.wb.

Tahun ini WSC mulai merambah kegiatan menulis ke anak-anak. Sebenarnya sih sudah dari tahun 2011 kita mengadakan pelatihan menulis anak. Namun, semenjak masuk ke sekolah untuk kegiatan ekskul, alhamdulillah respon positif banyak berdatangan utk mengembangkan kepenulisan bagi anak.

Selama ini, menulis untuk sebagian besar orang adalah sebuah bakat. Padahal, tidak begitu. Menulis bisa kita latih sejak mereka kecil. Karena dalam menulis ada 3 aspek yang berkembang pada anak, yaitu :

  • Aspek Fisik-Motorik.

Keterampilan menulis termasuk sebagai keterampilan motorik halus yang melibatkan otot kecil khususnya bagian tangan dan jari-jari. Di usia prasekolah, anak tentunya sudah mampu mengontrol jari-jemarinya dengan lebih baik, sehingga mereka jauh lebih terampil saat menggunakan peralatan untuk menggenggam. Umumnya, di usia 3 tahun 6 bulan, motorik halus anak sudah siap untuk dilatih untuk memegang alat-alat tulis. Jadi, di usia 6-7 tahun ke atas, kemampuan itu dapat membuat anak dapat memegang alat tulis dengan benar. Untuk itulah, sebelum anak dilatih untuk menulis, orang tua perlu melatih keterampilan motorik halus anak dengan berbagai cara misalnya membentuk plastik, bermain pasel, bermain pasir, dsb.

  • Aspek Emosi.

Kegiatan menulis memang memerlukan kesebaran, ketekunan serta konsentrasi. Anak yang masih berada di usia prasekolah, anak usia prasekolah sendiri memiliki rentang waktu konsentrasi serta atensi yang masih sangat terbatas. Jadi, orang tua perlu sabar. Support dari orang tua dalam mendampingi anak saat menulis tentunya akan memberikan pengaruuh besar terhadap emosi serta konsentasi anak. Orangtua juga sebaiknya tidak banyak memberikan kritik produk tulisan anak, namun sebaiknya memberikan pujian atas usaha yang dilakukan oleh sang anak.

  • Aspek Kognitif.

Pada anak usia sebelum sekolah, perkembangan kognitif berada di fase pra-operasional yaitu kemampuan berpikir anak sebenarnya masih di bawah tahap konrekt. Jadi, ketika mengajari anak, sebaiknya orangtua memberikan banyak contoh konkret, penuh makna serta familiar.

sumber : http://www.tasanakkonoka.com/cara-menstimulasi-belajar-menulis-untuk-anak-tk/

Membaca artikel diatas juga membaca percakapan teman saya, netty dan nita, di twitter wsc @womenscriptco membuat saya tertarik untuk membahas beberapa trik dan tips dalam melatih menulis untuk anak-anak. Saya coba merangkum dari berbagai sumber dan pengalaman saya pribadi. Berikut tipsnya :

1. Cerita sebelum tidur

Orangtua bisa bercerita kepada anak mereka sebelum tidur. Inilah yang menjadi salah satu hal yang paling disukai oleh anak. Orangtua bisa bercerita mengenai tokoh-tokoh hebat yang disukai oleh anak dari buku-buku yang bertuliskan huruf-huruf yang cukup besar. Hal ini bisa bukan sekedar membuat anak suka menulis, tapi juga melatih anak untuk suka membaca.

2. Simulasi pesanan

Cara ini sangatlah sederhana, misalnya orangtua menyuruh anaknya pergi membeli sesuatu di warung, orang tua bisa menyuruhnya untuk menuliskan apa saja yang perlu dibeli. Ini tentunya akan mengajarkan kepada anak bagaimana cara menulis.

3. Belajar bersama

Orangtua perlu juga meluangkan waktu untuk menemani anaknya belajar. Bahkan, orangtua juga perlu memuji semua tulisan yang dibuat anaknya sebagai tulisan yang baik. Jika kita menemukan tulisan anak yang tidak baik, tidak serta merta kita menyalahkannya. Akan lebih baik kita berkata, “Wah, ini bagus sekali. Subhanallah bangga ummi punya anak bisa menulis begini. Hmm, cuma kata yang ini kira-kira sopan nggak? atau bagus nggaK?” Baru setelah itu kita bahas bersama tulisan yang baik dan yang tidak baik. Dengan cara seperti itu tidak membuat anak merasa disalahkan.

4. Hargai setiap tulisan anak.

Terkadang kita mengukur tulisan anak dengan ukuran menulis kita. Padahal seorang anak bisa mengungkapkan apa yang ada dipikirannya kedalam tulisan adalah suatu hal yang luar biasa. Hal itu yang patut dihargai oleh orangtua. Penghargaan bagi anak bisa beragam. Misal setiap tulisan kita berikan sebuah stiker kesukaan mereka. Atau nilai dengan kata “good”, “excellent”, etc. Atau bisa juga dengan cap bintang. Tanamkanlah sesering mungkin pujian kepada anak anda bahwa tulisannya bagus karena itu akan membuatnya tidak merasa tertekan dan terus ingin belajar

5. Ajak anak selalu membuat laporan.

Kesannya berat ya? Padahal saat dijalankan tidak sama sekali. Disini orangtua hanya meminta anak menuliskan cerita yang baru saja ia kerjakan. Caranya dengan memberikan buku kecil, jangan besar-besar, karena bagi anak yang tidak suka menulis ukuran buku untuk menulis bisa menjadi beban buat mereka. Laporannya cukup berupa catatan kecil 1 halaman buku saja. Tidak perlu setiap hari. Awali setiap seminggu sekali. Atau jika itu masih dirasa berat, boleh sebulan sekali. yang pentig rutin. Nanti dengan sendirinya anak akan terbiasa membuat laporan. Jangan lupa beri penghargaan dari tulisan mereka.

Nah, ibu atau para guru. Mungkin hal ini bisa jadi acuan kita melatih anak-anak menyukai menulis sejak dini. Sebelum di fokuskan ke pelatihan menulis anak, kita latih dulu dari rumah. Mudah kan?

Selamat berlatih. Seperti yang netty dan nita bilang, “Smart Mommy, Happy Kiddy”. ^_^

Continue reading “Tips menstimulasi Anak Agar Suka Menulis”

Mental Block? No way… !

Ditulis oleh Ade UFi di artikel INSERT komunitas WSC

pada hari Senin, February 16, 2015 pukul 8:09am

Assalamu’alaikum wr. wb.

Seringkali saya mendengar dari beberapa teman kalimat seperti ini, “Gimana ya, Mba… diotakku banyak sekali yang ingin aku tulis, tapi begitu pegang kertas aku nggak bisa.” atau kalimat seperti ini, “Setiap kali aku menulis, aku selalu ke block. Ide ku tidak keluar. mandeg. Jadi tulisanku tidak pernah selesai.”

Hmm…
Hal-hal seperti itu yang disebut dengen Mental Block. Mental Block adalah pikiran yang membelenggu kreatifitas kita, membentuk tembok, benteng atau kotak yang membuat pandangan dan pikiran kita terbatas. Kita seolah sudah takut duluan menghadapi tantangan karena pikiran-pikiran negatif kita. Termasuk juga saat memulai untuk menulis.

Dengan adanya pikiran-pikiran negatif tersebut menghambat kita untuk melatih dan memulai menulis. Padahal menulis itu adalah KEAHLIAN, bukan BAKAT seperti yang orang awam bilang. Kenapa saya bilang menulis adalah KEAHLIAN bukan BAKAT? kerena untuk menciptakan sebuah tulisan yang bagus dan mudah dimengerti oleh pembaca, kita perlu melatihnya setiap hari. Bahkan seorang penulis ternama seperti bunda Helvy, Asmanadia, Raditya Dika, dll pasti akan mengalami kesulitan untuk menulis jika mereka benar-benar vakum tidak menulis sama sekali selama setahun. Mereka bisa seperti itu karena hampir tiap hari mereka meluangkan waktu untuk menulis.

Pada dasarnya, menulis itu kegiatan yang mudah. Semua orang bisa menulis. Seperti yang saya bilang, cukup setiap hari kita rutin meluangkan waktu 15 – 30 menit untuk menulis. Minimal sehari 1 halaman saja. Maka kita akan menciptakan karya-karya indah dalam tulisan kita.

Tapi semua itu akan terasa berat dan susah, jika kita sudah mem-block mental kita dengan pikiran-pikiran negatif seperti, “Ah.. aku sibuk, nggak punya waktu luang.” atau “Gimana mulainya ya?” atau “Duh, mana sempat?” dll.
Bukan cuma menulis, kegiatan yang paling mudah sekalipun akan terasa berat jika sudah terhalangi dengan Mental Block.

Berikut tips yang saya lakukan untuk melatih menulis. Tips ini didapat dari guru-guru menulis saya.
1. Buang MENTAL BLOCK dari diri kita.
2. Kuatkan Niat.
3. Munculkan kalimat-kalimat positif bahwa kita bisa menulis. dan yakin pasti bisa.
4. Paksa diri mengambil secarik kertas atau buka laptop dan mulai menulis.
5. Tutup semua media sosial saat latihan menulis. Karena medsos adalah pengganggu konsentrasi no 1 untuk menulis.
6. Menulislah setiap hari dengan target minimal 1 halaman atau dengan waktu 15 menit. Mau selesai atau tidak tulisan kita, menulislah sesuai target.
7. Tambah target setiap jangka waktu 3 hari. contoh : hari pertama menulis 1/2 halaman sampai 3 hari, hari ketiga naikan target menulis jadi 1 halaman.
8. Baca kembali tulisan kita setelah selesai target menulis per hari. Fungsinya untuk melihat kekurangan dan kelebihan tulisan kita.
9. Edit tulisan kita setelah selesai membaca. Jangan mengedit ditengah-tengah kita membaca tulisan kita. Jadi tuntaskan dulu bacaan kita. Jika kita gatal melihat yang salah. cukup mencatatnya di secarik kertas diluar tulisan kita.
10. Lakukan hal tersebut secara rutin minimal 40 hari berturut-turut tanpa putus. Kenapa? karena dalam Islam, segala sesuatu yang dilakukan secara berturut-turut selama 40 hari tanpa putus, maka akan menjadi kebiasan kita yang seolah wajib kita kerjakan.

Dalam latihan menulis, posisikan diri kita menjadi 3 profesi.

1. Sebagai Penulis

Image result for writer
Saat menjadi seorang penulis. tulislah terlebih dahulu apa yang ingin kita tulis. jangan dibaca-baca, jangan dilihat-lihat, menulis saja sesuai target kita.

2. Sebagai Pembaca

Image result for reader handsome guy

Setelah selesai menulis posisikan diri kita sebagai pembaca. Ingat kita sebagai pembaca yang baru kali itu membaca tulisan kita. Anggap tulisan yang kita baca adalah tulisan orang lain, bukan tulisan kita. Jika posisi sebagai pembaca, lakukan fungsinya sebagai pembaca bukan editor. Jadi ya dibaca saja dulu sampai tuntas. Seperti yang saya tulis dalam tips. Jika gatal hendak mengedit, buat catatan di kertas lain yang berbeda dengan kertas tulisan kita.

3. Sebagai Editor

Image result for editor handsome
Selesai membaca hingga tuntas, silakan kita edit tulisan kita sesuai catatan edit saat membaca. Edit tulisan sesuai ilmu yang kita pelajari. Edit dari segi cerita terlebih dahulu, setelah selesai edit, baca ulang. Jika sudah mantab dari segi cerita, mulai menjadi editor dari segi EYD.

Jika kita melakukan tips diatas dan memposisikan diri sebagai 3 profesi saat menulis, saya yakin bukan cuma pembaca yang senang membaca tulisan kita, tapi editor pun merasa senang dan terbantu jika kita hendak mengirimkan naskah tulisan kita. Tentunya semua dilakukan dengan ilmu, bukan sekedar menulis mengedit semau-mau kita.

Tips paling penting dari semua itu adalah JANGAN PERNAH PUTUS ASA. Jika mendapat kritikan orang, ambil sebagai ilmu untuk memperkaya kualitas tulisan kita. Yuk, kita mulai dari sekarang. Hapus dulu mental blocknya yaa…. Keep on spirit! Selamat Menulis!

Continue reading “Mental Block? No way… !”

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑